Sunyinya suasana malam di desa
Saat kuberkunjung di sebuah desa dipinggir lembah pegunungan.
Malam kuberjalan ditengahnya jalan setapak yang panjang .
Membelah sawah-sawah ditepian pematang nan lengang.
Suara lolongan anjing hutan sayup-sayup terdengar di
kejauhan mendirikan buluk tungkuk
Suara gemericik aliran air sungai kecil dipinggir jalan
menambah sunyi keadaan.
Hembusan angin malam yang dingin menambah lengang yang sulit
tergambarkan.
Sepoi-poi angin malam menyibakkan rambut yang menutupi wajah
yang berkerut penuh tegang.
Ketakutan dan kengerian menyergap jiwa dan raga.
Bintang gemintang terlihat temaram diatas angkasa.
Suara-suara belalang sawah seolah datang silih berganti
selama perjalanan
Menambah seram dan keheningan yang menakutkan.
Suara dedaunan dan gemertaknya pepohonan tertiup angin getarkan
jiwa.
Kesunyian yang melingkupi sungguh menyeramkan jiwa.
Rembulan malam menyembul diantara deretan awan yang bergerak
pelan.
Bergerak dan bergulung pelan-pelan kadang menutup dan menyibak
cahaya bulan.
Sinarnya menyinari sebagian kanan kiri jalan sampai nun jauh
didepan.
Jalan didepan bagai tak berujung sepanjang mata memandang.
Kesunyian yang mencekam Jiwa.
Suram dan temaram cahaya bulan menyinari jalan lurus yang
sangat jauh bagai sampai ujung dunia.
Pemandangan yang terlihat sungguh indah diliputi
kelengangan.
Sepi, sunyi ....ternyata merubah jiwa yang penuh ketamakan.
Pijar cahaya kunang-kuang bagai cahaya api yang
berterbangan.
Langkahku pun ragu akan diam, lari atau hanya berjalan.
Ternyata jiwa manusia sungguh mudah berubah terbawa keadaan.
Jiwa manusia mudah berubah
Bisa dipastikan semua manusia nantinya kan menemui
kesendirian.
Kesunyian mencekam yang teramat tajam dan menghujam jiwa.
Merajam dan mendera jiwa hingga mengagetkan dengan amat
menakutkan.
Didalam kubur bila nyawa telah direnggut dari badan.
Hanya tiga hal yang akan dibawa dalam menghadapi kesendirian.
Anak sholeh yang mendoakan dan memintakan ampunan atas dosa orang
tuanya.
Amal jariyah yang telah kita tanamkan di dunia seperti
membagun tempat ibadah.
Ilmu yang bermanfaat yang telah kita tularkan dan sebarkan
kesesama insan didunia.
Harta benda yang kita tumpuk kan ditinggalkan sebagai bahan
rebutan anak cucu.
Orang-orang yang melayat segera meninggalkan diri yang
sendirian, gelap pekat mewarnai
suasana saat dibangunkan.
Tergagap dan ketakutan teramat sangat yang dirasa bagi insan
yang lupa akan Tuhan.
Beberapa saat sebelum makhluk menyeramkan akan datang
menanyai insan.
Kesunyian sebenarnya yang akan dialami Manusia
Ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan.
Bagi yang lupa Tuhan dan tidak mempercayai kebangkitan alam
kubur bahkan tak
Percaya Tuhan dipastikan akan berpeluh dan bergetar jiwa karena
berdosa.
Tak kan mampu menjawab 3 pertanyaan :
Siapa Tuhanmu...?
Siapa Nabimu......?
Apa Kitabmu........?
Maka akan dipukulkan Gada diantara keningnya sampai lumat
dan lebur jadi debu
Namun bila sudah jadi debu dikembalikan lagi manjadi utuh
dan dipukulannya lagi
Gada diantara kening sampai Kiamat Dunia datang tanpa ada
jeda sedetik dua detikpun.
Bahkan jika bisa diperdengarkan suara jeritan ahli kubur
yang terkena siksa.
Manusia akan pingsan seketika karena tidak kuasa mendengar
suara yang belum pernah
terdengar oleh manusia satupun yang pernah hidup didunia.
Hanya hewan-hewan yang mampu mendengar akan jeritan-jeritan
ahli kubur.
Semua termaktub dalam Hadist Nabi Muhammad SAW yang membawa wahyu didunia.
Sebaliknya bagi insan yang beriman setelah lancar menjawab
semua pertanyaan
dipersilahkan untuk tidur yang kenikmatannya Bagai tidurnya malam
pertama bagi Pengantin Baru sampai dibangunkan di Hari Kiamat. Bisa juga anda baca : Manusia Pembawa Amanah Tuhan
Demikian mengenai : Puisi Kesunyian malam di sebuah Desa



0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar untuk entry artikel di Blog Cinta, Pria dan Wanita