Puisi Kesunyian malam di sebuah Desa

Kesunyian malam

Sunyinya suasana malam di desa

Saat kuberkunjung di sebuah desa dipinggir lembah pegunungan.
Malam kuberjalan ditengahnya jalan setapak yang panjang .
Membelah sawah-sawah ditepian pematang nan lengang.

Suara lolongan anjing hutan sayup-sayup terdengar di kejauhan mendirikan buluk tungkuk
Suara gemericik aliran air sungai kecil dipinggir jalan menambah sunyi keadaan.
Hembusan angin malam yang dingin menambah lengang yang sulit tergambarkan.
Sepoi-poi angin malam menyibakkan rambut yang menutupi wajah yang berkerut penuh tegang.
Ketakutan dan kengerian menyergap jiwa dan raga.

Bintang gemintang terlihat temaram diatas angkasa.
Suara-suara belalang sawah seolah datang silih berganti selama perjalanan
Menambah seram dan keheningan yang menakutkan.
Suara dedaunan dan gemertaknya pepohonan tertiup angin getarkan jiwa.
Kesunyian yang melingkupi sungguh menyeramkan jiwa.

Rembulan malam menyembul diantara deretan awan yang bergerak  pelan.
Bergerak dan bergulung pelan-pelan kadang menutup dan menyibak cahaya bulan.
Sinarnya menyinari sebagian kanan kiri jalan sampai nun jauh didepan.
Jalan didepan bagai tak berujung sepanjang mata memandang.

Kesunyian yang mencekam Jiwa.

Suram dan temaram cahaya bulan menyinari jalan lurus yang sangat jauh bagai sampai ujung dunia.
Pemandangan yang terlihat sungguh indah diliputi kelengangan.
Sepi, sunyi ....ternyata merubah jiwa yang penuh ketamakan.
Pijar cahaya kunang-kuang bagai cahaya api yang berterbangan.
Langkahku pun ragu akan diam, lari atau hanya berjalan.
Ternyata jiwa manusia sungguh mudah berubah terbawa keadaan.

Jiwa manusia mudah berubah  

Bisa dipastikan semua manusia nantinya kan menemui kesendirian.
Kesunyian mencekam yang teramat tajam dan menghujam jiwa.
Merajam dan mendera jiwa hingga mengagetkan dengan amat menakutkan.
Didalam kubur bila nyawa telah direnggut dari badan.
Hanya tiga hal yang akan dibawa dalam menghadapi kesendirian.

Anak sholeh yang mendoakan dan memintakan ampunan atas dosa orang tuanya.
Amal jariyah yang telah kita tanamkan di dunia seperti membagun tempat ibadah.
Ilmu yang bermanfaat yang telah kita tularkan dan sebarkan kesesama insan didunia.

Harta benda yang kita tumpuk kan ditinggalkan sebagai bahan rebutan anak cucu.
Orang-orang yang melayat segera meninggalkan diri yang sendirian, gelap pekat mewarnai
suasana saat dibangunkan.
Tergagap dan ketakutan teramat sangat yang dirasa bagi insan yang lupa akan Tuhan.
Beberapa saat sebelum makhluk menyeramkan akan datang menanyai insan.

Kesunyian sebenarnya yang akan dialami Manusia

Ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan.
Bagi yang lupa Tuhan dan tidak mempercayai kebangkitan alam kubur bahkan tak
Percaya Tuhan dipastikan akan berpeluh dan bergetar jiwa karena berdosa.
Tak kan mampu menjawab 3 pertanyaan :

Siapa Tuhanmu...?
Siapa Nabimu......?
Apa Kitabmu........?

Maka akan dipukulkan Gada diantara keningnya sampai lumat dan lebur jadi debu
Namun bila sudah jadi debu dikembalikan lagi manjadi utuh dan dipukulannya lagi
Gada diantara kening sampai Kiamat Dunia datang tanpa ada jeda sedetik dua detikpun.
Bahkan jika bisa diperdengarkan suara jeritan ahli kubur yang terkena siksa.

Manusia akan pingsan seketika karena tidak kuasa mendengar suara yang belum pernah
terdengar oleh manusia satupun yang pernah hidup didunia.
Hanya hewan-hewan yang mampu mendengar akan jeritan-jeritan ahli kubur.
Semua termaktub dalam Hadist Nabi Muhammad SAW  yang membawa wahyu didunia.

Sebaliknya bagi insan yang beriman setelah lancar menjawab semua pertanyaan
dipersilahkan untuk tidur yang kenikmatannya Bagai tidurnya malam pertama bagi Pengantin Baru sampai dibangunkan di Hari Kiamat. Bisa juga anda baca : Manusia Pembawa Amanah Tuhan

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar untuk entry artikel di Blog Cinta, Pria dan Wanita