Manusia pembawa amanah Tuhan di alam Dunia yang maha luas

Manusia dan tanggung jawabnya

Manusia itulah makluk yang penuh dengan angan dan nestapa.

Betapa tidak..angannya menjulang menyentuh awan tak berujung,
namun keterbatasan badan wadagnya tak sebanding dengan yang diangankan.
Cita-cita manusia sedikitpun yang ingin sengsara.
Semua berebut mencari harta, tahta dan wanita.

Dari Adam sampai akhir dunia bisa diumpamakan bagai beras
yang di enteri, bagai semut yang keluar dan mencari makan
dan akhirnya hilang terterpa angin yang menhempas.
Bayangkan betapa kecil dan tak berharganya bila dilihat dari angkasa

Namun banyak manusia yang tak menghargai arti hidup dan kehidupan.

Banyak yang lalai akan tugasnya dilahirkan didunia.
Mereka hampir semua lupa bahwa manusia disuruh menyembah yang Kuasa.
Hanya sedikit yang sadar dan mau berenung diri karena banyak salah dan dosa.
Semua berebut ingin jadi penguasa, padahal itu hanyalah amanat yang pasti ditanya.
Ditanya setelah dia masuk dialam baqa setelah kematian menjemput dengan tiba-tiba.

Apalagi manusia yang tak berlandaskan akan agama, hidupnya
tak punya tujuan dan hanya keserakahan yang mengemuka akhirnya
kegundahan dan kepanikan bila terjumpa perkara.
Tak tahu harus lari kemana...akhirnya banyak yang berakhir mati sia-sia
karena membunuh diri dan raga.

Yang kaya ingin menambah kekayaan dan kehormatannya.
Semua cara dilakukan, tidak perduli itu membuat sengsara manusia lainnya.
Yang miskin harus terlunta-lunta karena manusia kaya serakah enggan berbagi harta.
Kekayaannya ditumpuk sampai berlipat ganda bahkan kalau bisa seluruh isi dunia jadi miliknya.
Nafsu serakahnya tak pernah terpuaskan dan terhentikan.

Kadang ada yang sadar bila sudah terkena bencana, namun itupun hanya bisa dihitung jari.
Setelah bencana berlalu dan kehidupan kembali normal, sifat serakah dan tamaknya
datang menerjang dan meradang.
Begitu itu terus berlangsung, dari generasi ke generasi mendatang.
Dari jaman bahula sampai sekarang bahkan mungkin sampai akhir jaman.
Para ulama dan para cendikiawan sampai bingung memikirkannya,
Apa yang salah dengan manusia...itulah sudah ketentuan Tuhan.

Manusia memang dicipta untuk saling mengalirkan darah peperangan dan kebencian.

Perbedaan idiologi jadi alasan untuk saling menerkam dan membinasakan.
Perbedaan keyakinan dan kefahaman mencabik akal sehatnya.
Antar bangsa saling berunjuk kekuatan, pemimpin-pemimpin mereka orang pilihan,
tapi apa daya bila sudah dibalut kekuasaan maka hilang pula akal dan kearifannya.

Akhirnya kemusnahan manusiapun selalu datang bergelombang silih berganti karena
pokal dan ulah manusia durjana.
Tak perduli rakyat jelata dan anak anak tak berdosa semua kena...bencana kemanusia
akhirnya merebak kemana-mana.
Tangisan menyayat hati terjadi dimana-mana, melonjak-lonjak kalbu dibelahan dunia.
Berpindah dari ujung dunia ke ujung dunia yang lain.
Belum lagi kedasyatan senjata menghancurkan budaya dan hasil karya manusia.

Syetan dan jin bersorak-sorak kegirangan karena telah berhasil mengajak manusia
ke jalan kesesatan dan kearah neraka.
Mereka telah berjanji akan mengajak manusia masuk Neraka tempatnya kesengsaraan
,penderitaan, kepanikan, kegelisahan, penyesalan, kesetress-an, kesakitan tanpa jeda
dan kekal abadi selama-lamanya.
Mereka tak rela bila manusia masuk Surga tempat kenikmatan dan kebahagiaan yang kekal
abadi selama-lamnya.

Manusia...makhluk kecil yang tak berdaya...kecuali dia bisa jadi orang saleh maka
Allah akan memberikan rahmat dan belas kasihNya.

Sekian mengenai : Manusia pembawa amanah Tuhan di alam Dunia yang maha luas

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar untuk entry artikel di Blog Cinta, Pria dan Wanita