Cinta buta - Traveler cantik menikah dengan kepala suku Amazon

Cinta buta - Traveler menikah dengan Kepala Suku Amazon
daily mail.co.uk

Bukti bahwa cinta itu buta

Inilah salah satu bukti nyata bahwa cinta itu emang buta alias tak pandang bulu, gimana tidak seorang wanita cantik jelita yang punya hoby tranveler dan harus punya modal kekuatan fisik prima dan mental yang kuat untuk menjelajah hutan Amazon di Equador yang terkenal wingit dan belum banyak dirambah manusia.

Tak tahunya ada seorang wanita bernama Sarah Bogum dan berumur 21 tahun asal London melakukan petualangan berbahaya di hutan Amazon dengan modal nekat, gimana ndak nekat didalam hutan harus menerobos semak dan pohon-pohon rendang, belum lagi banyak lintah, pacet, leopard ( harimau asli amazon ), ular sanca, ular anaconda yang besar bener dan bahaya lainya yang tidak kalah berbahaya dan mengancam jiwanya, dan hebatnya wanita / cewek ini tidak takut segala yang ada dihutan amazon.

Eh...tapi ternyata walau semua tidak bikin si Sarah takut, ternyata...

Ternyata ada yang bisa mengalahkan si cantik ini. Dia kalah dalam hal menahan hati dan perasaannya terhadap perasaan cintanya kepada kepala Suku Huaorani di hutan Amazon, mungkin karena ganteng menurut dia atau apa yang menyebabkan cewek ini jatuh hati sama si Kepala Suku Huaorani ini... hanya dialah yang tahu dan itulah Rahasia cinta yang diberikan Tuhan.

Bukti Cinta tak kenal tempat dan waktu.

Perbedaan Ras, bahasa, adat istiadat ataupun Bangsa tidak bisa menghalangi niatnya menikah dengan si Kepala Suku.Padahal bila dibandingkan di London segala fasilitas ada, mau kemana-mana bisa eh..milih hidup berat di dalam hutan...itulah namanya Cinta...Akhirny tidak pakai lama-lama waktu yang diperlukan singkat cerita menikahlah dia sama si Kepala Suku Amazon tersebut dengan disaksikan warga suku primitif tersebut. Anda bisa juga membaca : Cinta pertama dan terakhir biar tambah seru.

Petualangan Sarah ke amazon ini bukan hanya sekedar ingin mendokumentasikan kehidupan Suku Huaroni semata,namun Sarah juga ingin menunjukkan pada dunia tentang upaya sebuah perusahaan minyak yang hendak berniat mengusir Suku Huaorani dari tanah kelahiran mereka di hutan amazon tersebut.

Awal cinta dan pernikahannya.

Begini ceritanya Dua minggu pertama dalam petualangannya di hutan amazon, Sarah menjalani kehidupnya seperti masyarakat primitif Suku Huaorani pada umumnya. Lalu suatu hari Sarah berkenalan dengan seorang pria pejuang Suku Huaorani yang bernama Ginkto dan sebagai Ketua suku Amazon.

Perkenalan keduanya awalnya berlangsung biasa-biasa saja, hingga pada suatu hari Sarah diundang oleh para sesepuh yang melangsungkan rapat di pondok sederhana di hutan. Sarah cukup terkejut karena para tetua disitu tampil tel**anjang seperti layaknya tradisi suku primitif.

Para sesepuh meminta Sarah untuk ikutan tela**njang seperti mereka sesuai tradisi Suku Huaorani. Pada awalnya Sarah sempat ragu karena pada saat itu ia sedang merekam kejadian tersebut. Tapi akhirnya setuju ikutan te*lanj**ang untuk lebih menghormati budaya mereka.

Akhirnya para sesepuh Suku Huaroni sangat gembira menerima Sarah sebagai istri dari ketua suku mereka. Semua orang yang hadir menari bersama-sama dan memberikan mahkota bulu burung kakatua di kepala Sarah. Hari itu juga Sarah Bogum diangkat sebagai ratu mereka di hutan amazon. Kini Suku Huaroni memiliki seorang ratu dari Inggris.

Dan si Kepala Suku yaitu Ginkto, yang sekarang telah menjadi suami Sarah rupanya penasaran dengan sering menanyakan segala hal tentang kehidupan Sarah di London. Tapi kok bisa ya kepala suku primitif yang kesehariannya hanya berada di hutan belantara, ternyata bisa berbicara dengan istrinya pakai bahasa Ingrris.

Ternyata..eh ternyata,  ternyata Sarah bukanlah wanita pertama yang dinikahi oleh Ginkto. Dua tahun lalu ada juga seorang traveler wanita cantik berkebangsaan Inggris yang juga berhasil digaet dan dinikahi oleh Ginkto. Pernikahan mereka lebih bermakna untuk menjalin kepercayaan.

Kisah petualangan Sarah Bogum di hutan amazon ini dituangkan ke dalam film yang berjudul Amazon Souls, lalu film tersebut dipertontonkan di festival bergengsi Cannes yang akhirnya mendapat pengakuan dunia.

Itulah bukti bahwa cinta tak perduli si wanita atau si pria setatusnya sebagai apa, bila sudah terkena demam cinta ya pasrah...biar didalam hutan. Demikian mengenai : Cinta buta - Traveler cantik menikah dengan kepala suku Amazon

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar untuk entry artikel di Blog Cinta, Pria dan Wanita