Puisi Cinta


Saat kutermenung ditepian sungai..nan..bening airnya.
Bening gemericik sejuk air mengalir disepanjang aliran yang meliuk-liuk indah
Mata air pegunungan mengalir dari hulu lembah-lembahnya
Menuju muara sepanjang sungai yang dilewati jernihnya air.

Lamunanku terhenyak sesaat ,… saat dari jauh terdengar decak renyah candaan gadis-gadis desa
Gadis-gadis manis yang sedang mencuci busana di tepian diantara batuan sungai
Setelah lelah seharian kerja membantu orang tua di kebun atau disawah.
Lugu, ayu dan manis…tergambar jelas dari raut-raut wajah Indah.

Tapi….ada satu yang istimewa diantara gadis-gadis manis itu.
Berwajah putih ayu nan jelita.
Sungguh tidak pantas…disebut gadis desa..yang bergumul dengan lumpur-lumpur
dibawah menguningnya hamparan padi.

Tapi….itulah yang ada didepan mata, seorang gadis desa jelita yang sangat istimewa.
Gemuruh dada sesaat kuberadu pandang….
Semburat memerah pipi menyeruak si Gadis Desa karena tersipu…
Sungguh susah …kan kujumpai..saat ini… masih ada rona merah wajah ayu mempesona
karena tersipu saat beradu pandang.
Itulah keluguan dan kesempurnaan yang sudah jarang ada…bila dibandingkan gadis-gadis Eropa.

Tergagap ku karena pertemuan itu…
Mau kusapa tapi dia lari kearah jauh.
Sungguh kutak bisa lupa akan keberadaannya disebuah itu Desa.

Dasar lelaki…penuh penasaran ….
Kutakberputus asa..mencari siapa dia sebenarnya…
Sampai ku harus menghabiskan banyak waktu.
Lama…tak kutahu dimana keberadaanya.
Sungguh cinta dipandangan Pertama, berbagai rasa menyeruak dada.

Tlah …mengganggu rasa penasaranku.
Malam…siang …bahkan sampai pagipun…hanya terbayang pada itu Gadis Desa.
Tapi saat yang kutunggu tlah tiba…tak sengaja kebertemu lagi disaat pertama
kali…bersua dengannya.
Kisah…cinta selanjutnyapun bersemi sebagaimana…tumbuhnya padi.
Bersama gadis desa yang mewarnai kisah..cintaku,.
By : Nur Wangkit
Sekian mengenai
Puisi Cinta.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar untuk entry artikel di Blog Cinta, Pria dan Wanita