Puisi Keindahan Alam

Puisi Keindahan Alam
Puisi Indahnya Alam
Saat kuturun dari kendaraan, kuberjalan di sebuah jalan desa ditengah bantaran sawah menguningnya padi.
Angin sepoi-poi lembut menyibak dedaunan pohon cemara di kanan kiri jalan nan lengang.
Jauh kupandang bagai tonggak-tonggak yang  menjulang ke angkasa.
Begitu rapi dilingkupi kesunyian alam pedesaan yang meruntuhkan keangkuhan manusia,  hanya terdengar kesiurnya angin yang mengibas-kibaskan dedaunan.
Diselingi suara kicauan burung dikejauhan …bersahut-sahutan mencari makan.
Betapa kuasa Tuhan mencipta alam….lama kupandang hamparan sawah berlatarkan birunya barisan  pegunungan yang sunyi dan senyap.
Kebalikannya dengan riuh rendahnya  segala polah dan tingkah manusia dibawah lereng-lerengnnya.
Liukan jalan setapak berkelak kelok indah dipandang mata sepanjang lereng hutan dan lembah pegunungan.
Gemericiknya air dingin embun yang menetes di pucuk-pucuk daun, dialiran sungai-sungainya,  akan terus berjalan seiring berjalannya waktu,  menambah sejuk suasana indahnya sebuah tempat yang begitu memberikan ketenangan jiwa
Jiwa manusia yang dipenuhi segala bentuk macam sifat dan tabiat yang penuh gejolak.
Gejolak akan segala bentuk nafsu duniawi yang saling berbenturan karena banyaknya jiwa yang lara.
Yang kadang tidak sadar dan betapa kecilnya bila dibandingkan alam…yang terhampar luas.
Yang kadang malah merusak indah dan megahnya alam yang diberikan Tuhan untuk dipergunakan sebaik-baiknya.
Betapa damai hati bila bisa meresapi akan keagungan Tuhan lewat alam semesta,  yang akan terus selalu ada walau manusia akhirnya yang binasa dan muncul lagi dengan generasi yang lebih muda.
Alam akan tetap ada walau manusia durjana akan selalu merusaknya.
Merusak isi dan keindahannya baik melalui tangan-tangan jahil atau melalui kecanggihan teknologi.
Mengeruknya dan menghancurkannya, tapi…akhirnya bukan alam yang binasa namun manusialah yang akan terkena bencana.
Walau umur ke indahan alam juga ada batasnya…tapi sudah berapa juta..bahkan milyar manusia yang meninggalkan keindahan alam dunia .
Bila tlah tiba..….waktunya… binasa juga Alam dunia  dengan adanya kiamat dunia.
Dan kiamat juga…. kehidupan manusia yang menempati alam dunia yang fana.
Semua itu atas kehendak yang Maha Kuasa.
Takdir yang telah dibuat olehNya.
Tak seorang manusiapun bisa selamat dan menghindarinya
Semua penyesalanpun tiada berguna. 
Sekian Mengenai : Puisi Indahnya Alam

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar untuk entry artikel di Blog Cinta, Pria dan Wanita